<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Para Priyayi: Sebuah Novel</title>
	<atom:link href="http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/</link>
	<description>Just because I have a blog, it doesn&#039;t mean that I&#039;m a blogger. What is blogger anyway?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2011 14:11:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: tammi</title>
		<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/comment-page-1/#comment-374</link>
		<dc:creator>tammi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 06:43:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adrian.web.id/?p=5#comment-374</guid>
		<description>saya begitu terkesan dengan novel para priyayi. dulu pernah dapat waktu hunting di kwitang. trus bukunya dipinjam teman, eh waktu dia resign, novel itu tidak dikembalikan. sudah hampir 2 tahun belum ketemu lagi walau nyari di toko buku dan internet. jika anda bersedia membuat versi ebook-nya, tolong kabari saya via email, Pak Andrian. terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya begitu terkesan dengan novel para priyayi. dulu pernah dapat waktu hunting di kwitang. trus bukunya dipinjam teman, eh waktu dia resign, novel itu tidak dikembalikan. sudah hampir 2 tahun belum ketemu lagi walau nyari di toko buku dan internet. jika anda bersedia membuat versi ebook-nya, tolong kabari saya via email, Pak Andrian. terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adrian</title>
		<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/comment-page-1/#comment-356</link>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 02:02:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adrian.web.id/?p=5#comment-356</guid>
		<description>mohon maap, saya gak bisa upload, gak punya ebook-nya sih.
mudah-mudahan ada rekan lain yang punya dan bersedia menguploadnya untuk kita.
kita tunggu saja...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon maap, saya gak bisa upload, gak punya ebook-nya sih.<br />
mudah-mudahan ada rekan lain yang punya dan bersedia menguploadnya untuk kita.<br />
kita tunggu saja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nayla</title>
		<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/comment-page-1/#comment-349</link>
		<dc:creator>nayla</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 14:37:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adrian.web.id/?p=5#comment-349</guid>
		<description>bisa ndak novelnya diupload???
penasaran negh, cari d toko vuku sudah ndak terbit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bisa ndak novelnya diupload???<br />
penasaran negh, cari d toko vuku sudah ndak terbit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bayu</title>
		<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/comment-page-1/#comment-136</link>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 08:19:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adrian.web.id/?p=5#comment-136</guid>
		<description>Saya pernah kehilangan novel ini dan harus beli lagi. Bagi saya orang Jawa, buku ini seperti masterpiece. Bagi orang Jawa yg lahir di daerah-daerah yang masih kental feodalismenya, menterjemahkan kata &quot;priyayi&quot; akan lebih mudah. Juga kata &quot;Magersaren&quot;, krn masa kecil saya hidup di perkebunan tebu, dan banyak mendengar bagaimana kuli2 kontrak tinggal di daerah tertentu.

Buku ini seperti menemukan kembali &quot;akar&quot; saya sebagai orang Jawa.
Matur Nuwun Sanget Pak Umar Kayam....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah kehilangan novel ini dan harus beli lagi. Bagi saya orang Jawa, buku ini seperti masterpiece. Bagi orang Jawa yg lahir di daerah-daerah yang masih kental feodalismenya, menterjemahkan kata &#8220;priyayi&#8221; akan lebih mudah. Juga kata &#8220;Magersaren&#8221;, krn masa kecil saya hidup di perkebunan tebu, dan banyak mendengar bagaimana kuli2 kontrak tinggal di daerah tertentu.</p>
<p>Buku ini seperti menemukan kembali &#8220;akar&#8221; saya sebagai orang Jawa.<br />
Matur Nuwun Sanget Pak Umar Kayam&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kiageng Ismaya</title>
		<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/comment-page-1/#comment-21</link>
		<dc:creator>Kiageng Ismaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:16:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adrian.web.id/?p=5#comment-21</guid>
		<description>Hampir tiga tahun ditulis, ternyata saya baru buka sekarang gara-gara ada yang nyanya soal priyayi. Bicara soal Pak Profesor, senantiasa saya terketuk sekaligus terpana dengan kehebatan sikap beliau yang jarang dimiliki intelektual lain. Betapa tidak, gara-gara kehebatan sikap itu jugalah yang membuat saya dapat mengejawantahkan pikiran saya dalam sebuah tesis.
Empat tahun saya memburu konsultan tesis S-1 saya, tidak seorang pun dosen Fakultas Sastra yang ikhlas membimbing saya (mungkin karena tidak mampu atau tidak tahu sama sekali materi yang saya ajukan). Rata-rata menganjurkan agar saya mengganti materi. Tapi, saya bercita-cita menjadi mahasiswa atau sarjana &quot;mahal&quot; yang prinsipial dengan karya ilmiah, sehingga saya bertahan.
Alhamdulillah, Pak Kayam dengan santai menerima permohonan saya menjadi pembimbing karya saya yang bertopik &quot;Hal-hal Gaib dalam Naskah Drama Indonesia&quot; yang saya sarikan dari ide pertama, &quot;Unsur Gaib dalam Teater Indonesia&quot;.
Berkat Pak Kayam, saya sempat meraih gelar sarjana sastra, kendati ijazah dari UGM tidak pernah saya gunakan untuk berburu rezeki atau mencari kerja. Sebab, saya bekerja dengan mengandalkan keterampilan berbahasa, bukan lantaran saya sarjana sastra.
Paling terkesan lagi, Pak Kayam meninggal saat saya merayakan ulangtahun ke-48. Semoga nyenyak tidurmu Babe, di samping Allah Swt. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir tiga tahun ditulis, ternyata saya baru buka sekarang gara-gara ada yang nyanya soal priyayi. Bicara soal Pak Profesor, senantiasa saya terketuk sekaligus terpana dengan kehebatan sikap beliau yang jarang dimiliki intelektual lain. Betapa tidak, gara-gara kehebatan sikap itu jugalah yang membuat saya dapat mengejawantahkan pikiran saya dalam sebuah tesis.<br />
Empat tahun saya memburu konsultan tesis S-1 saya, tidak seorang pun dosen Fakultas Sastra yang ikhlas membimbing saya (mungkin karena tidak mampu atau tidak tahu sama sekali materi yang saya ajukan). Rata-rata menganjurkan agar saya mengganti materi. Tapi, saya bercita-cita menjadi mahasiswa atau sarjana &#8220;mahal&#8221; yang prinsipial dengan karya ilmiah, sehingga saya bertahan.<br />
Alhamdulillah, Pak Kayam dengan santai menerima permohonan saya menjadi pembimbing karya saya yang bertopik &#8220;Hal-hal Gaib dalam Naskah Drama Indonesia&#8221; yang saya sarikan dari ide pertama, &#8220;Unsur Gaib dalam Teater Indonesia&#8221;.<br />
Berkat Pak Kayam, saya sempat meraih gelar sarjana sastra, kendati ijazah dari UGM tidak pernah saya gunakan untuk berburu rezeki atau mencari kerja. Sebab, saya bekerja dengan mengandalkan keterampilan berbahasa, bukan lantaran saya sarjana sastra.<br />
Paling terkesan lagi, Pak Kayam meninggal saat saya merayakan ulangtahun ke-48. Semoga nyenyak tidurmu Babe, di samping Allah Swt. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kota Ngawi</title>
		<link>http://adrian.web.id/2006/03/27/para-priyayi-sebuah-novel/comment-page-1/#comment-15</link>
		<dc:creator>Kota Ngawi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 14:58:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adrian.web.id/?p=5#comment-15</guid>
		<description>Alm. Umar Kayam memang membuat saya bangga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alm. Umar Kayam memang membuat saya bangga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

