ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
ุจูุณู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญูŠู…ู

Teori Kebutuhan

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai, “Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etikaโ€ฆ”

Nasrudin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.”

Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?”

Nasrudin menjawab seketika, “Tentu, saya memilih kekayaan.”

Hakim membalas sinis, “Memalukan! Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”

Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.”

Dan Nasrudin menutup, “Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya.”

(Dari Kisah Sufi: Nasruddin Hoja)

Incoming search terms:

  • Teori Kebutuhan (406)
  • kebutuhan (188)
  • teori-teori kebutuhan (83)
  • teori teori kebutuhan (24)
  • teori (11)
  • teori - teori kebutuhan (11)
  • teori tentang kebutuhan (7)
  • teori-teori tentang kebutuhan (6)
  • teori adrian (4)
  • teori 3 keperluan (3)

Leave a Reply