Sebuah Pengakuan

اَلإِعْتِرَافْ

Sebuah Pengakuan

اِلٰهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلاً

Ya Allah, saya bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu

وَلَا اَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ

Tidak juga saya mampu akan siksa api nerakaMu

فَهَبْ لِى تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى

Berilah hambaMu ini ampunan dan hapuskanlah dosa-dosaku

فَإِنَّكَ غَافِرُالذَّنْبِ الْعَظِيْمِ

Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun Yang Maha Agung

ذُنُوْبِيْ مِثْلُ اَعْدَادِ الرِّمَالِ

Dosa-dosaku bak butiran pasir dipantai

فَهَبْ لِى تَوْبَةًيَاذَا الْجَلَالِ

Anugrahilah ampunanMu wahai Yang Maha Agung

وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِى كُلِّ يَوْمِ

Umurku berkurang setiap hari

وَذَنْبِيْ زَاىِٔدٌ كَيْفَ احْةِمَالِ

sedang dosa-dosaku terus bertambah

اِلٰهِيْ عَبْدُكَ الْعَاصِى اَتَاكَ

Ya Allah, hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu

مُقِرًّابِا لْذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

mengakui dosa-dosanya dan memohon padaMu

فَإِنْ تَغفِرْ فَإَنْتَ اَهْلٌ

Ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan

وَاِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْاسِوَاكَ

Bila Kau campakkan aku, kepada siapa dan kemana aku mesti berharap selain dariMu?

Syair ini adalah karya Abu Nawas (757 H – 814 H), nama aslinya adalah Al Hasan bin Haani yang dikenal dengan cerita-cerita lucunya. Sebenarnya ia adalah seorang pujangga dan penyair besar yang hidup pada zaman Abbasiyah. Oleh Raja Harun Al Rasyid dimasa itu, ia diangkat sebagai penyair kepercayaannya. Ia sangat dikagumi dan dikenal karena keindahan dan kepiawaiannya dalam mengungkapkan kegemaran dan kesenangannya pada khamr (alkohol) serta dalam menikmati hidup.
(Gambar ilustrasi Abu Nawas diambil dari:al-funun.org)

Ia adalah seorang hedonis (orang yang menjalani hidupnya hanya untuk bersenang-senang) tapi pada masa akhir kehidupannya ia bertaubat. Agaknya syair ini merupakan catatan perjalanan taubatnya.

Syair ini dipopulerkan di Indonesia sebagai nasyid yang dinyanyikan oleh Haddad Alwi dan Sulis (Cinta Rasul).

3 Comments

Leave a Reply